artikel, skripsi dan tesis islam

artikel, skripsi dan tesis islam pilihan untuk pencerahan pemikiran keislaman

Rabu, 21 Januari 2009

Menjawab Sidogiri (5)

Menjawab Sidogiri (5)
Ditulis pada April 5, 2008 oleh Ibnu Jakfari

Apakah Bukhari Yakin Tahrîf

Dalam kitab paling shahih setelah Kitabullah, dapat dengan mudahnya kita menemukan berbagai versi ayat Al Qur’an yang memuat tambahan redaksi yang tidak ada dalam Al Qur’an kaum Muslim.

Di bawah ini, saya ajak para pembeca budiman untuk menyaksikan secara langsung ayat-ayat tersebut bukan dengan tujuan menuduh Imam Bukhari dan kitab al Jâmi’ ash Shahîh-nya sebagai kitab yang meyakini tahrîf Al Qur’an, akan tetapi dengan satu tujuan yaitu, apa komentar ulama besar Ahlulsunnah tentang adanya tambahan itu? Dan apakah boleh seseorang menuduh Imam Bukhari meyakini adanya tahrîf dalam Al Qur’an dengan satu alasan bahwa kerana Bukhari meriwayatkan hadis-hadis tahrîf seperti itu! Dan kemudian menuduh Ahlulsunnah telah merubah Al Qur’an dan memiliki Al Qur’an dengan versi berbeda dengan yang berlaku di kalangan kaum Muslim?!

Ayat Pertama: Ayat 214 Surah asy Syu’arâ’.

Al Qur’an Kaum Muslim:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الأَقْرَبينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat- kerabatmu yang terdekat,(214)

Al Qur’an Bukhari:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الْأَقْرَبينَ، وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Dan berilah peringatan kepada kerabat- kerabatmu yang terdekat dan kabilahmu yang terpilih.”

Dengan tambahan: وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Ayat Al Qur’an versi Shahih Bukhari telah diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra., ia berkata:

“Ketika turun ayat:

وَ أَنْذِرْ عَشيرَتَكَ الْأَقْرَبينَ، وَ رَهْطَكَ الْمُخْلَصِيْنَ.

Rasulullah keluar sehingga menaiki bukit gunung Shafâ, lalu beliau menjerit wâ shabâhâh (sebagai tanda panggilan untuk berkumpul) … .”

Sumber Hadis:

Ayat Al Qur’an versi Imam Bukhari ini dapat dijumpai dalam Shahih Bukhari, Kitab at Tafsir, tafsir Tabbat Yadâ Abi Lahabin wa Tabb, 6/221.[1]

Ayat Kedua: Ayat 79 Surah al Kahfi

Al Qur’an Kaum Muslim:

Bunyi ayat tersebut dalam Al Qur’an kaum Muslimin demikian:

أمَّا السَفِيْنَةُ فكانَتْ لِمَساكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ في البَحْرِ …. و كانَ وَراءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كَلَّ سَفِيْنَةٍ غَصْبًا.

“Adapun behtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap behtera.”

Al Qur’an Bukhari:

Sedangkan dalam Al Qur’an versi Imam Bukhari berbunyi demikian:

أمَّا السَفِيْنَةُ فكانَتْ لِمَساكِيْنَ يَعْمَلُوْنَ في البَحْرِ… و كانَ أَمامَهُُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كَلَّ سَفِيْنَةٍ صالِحَةٍ غَصْبًا.

Kata وَراءَهُم diganti dengan kata أَمامَهُُمْ sementara kata سَفِيْنَةٍ disifati dengan kata صالِحَةٍ.

Sumber Hadis:

Ayat Al Qur’an versi Imam Bukhari itu dapat Anda baca dalam Shahih Bukhari, Kitab at Tafsir, tafsir Surah al Kahfi,6/112.

Ayat Ketiga: Ayat 80 Surah Al Kahfi

Al Qur’an KaumMuslim:

Dalam Al Qur’an versi kaum Muslim sedunia ayat tersebut berbunyi demikian:

وَ أََمَّا الغُلاَمُ فَكانَ أَبَواهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَا أَنْ يُرْهِقَهُما تُغْيانًا و كُفْرًأ

“Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada keseatan dan kekafirann.”

Al Qur’an Versi Bukhari

Sedangkan dalam Al Qur’an versi Bukhari berbunyi:

وَ أََمَّا الغُلاَمُ فَكانَ كافِرًا وكان أَبَواهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِيْنَا أَنْ يُرْهِقَهُما تُغْيانًا و كُفْرًأ

“Dan adapun anak muda itu, maka [ia adalah kafir dan] kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada keseatan dan kekafirann.”

Dengan tambahan kalimat: كافِرًا وكان.

Sumber Hadis:

Al Qur’an versi Imam Bukhrai di atas dapat Anda temukan dalam Kitabu at Tafsir, Surah al Kahfi,6/114.

Ayat Keempat: Ayat 198 surah Al Baqarah

Al Qur’an Kaum Muslim

Dalam Al Qur’an yang diyakini umat Islam seluruh dunia ayat tersebut berbunyi demikian:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلاً مِّنْ رَّبِّكُمْ

“Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (perniagaan) dari Tuhanmu…”

Al Qur’an Versi Imam Bukhari

Akan tetapi dalam Shahih Bukhari ayat tersebut dabaca dengan tambahan demikian:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلاً مِّنْ رَّبِّكُمْ فِيْ مَواسِمِ الحَجِّ

“Tidak ada dosa bagi kalian untuk mencari karunia (perniagaan) dari Tuhanmu di musim-musim haji”

Al Qur’an edisi Imam Bukhari ini dapat Anda simak dalam Shahih Bukhari, Kitabul Hajj, bab at tijârah ayyâmal al mausim… /bab tentang berniaga di musim haji hadis no.1770, juga hadis no.2050, 2098 dan 4519.[2]

[1] Maka dengan menggunakan pendekatan logika kaum Wahhabi dan sebagian teman-teman Ahlusunnah dapat dipastikan bahwa Bukhari termasuk yang meyakini tahrif Al Qur’an, sebab, A) Bukhari meriwayatkan hadis yang terang-terangan menunjukkan adanya tahrif/perubahan dalam Al Qur’an, B) Bukhari menshahihkan seluruh hadis yang ia koleksi dalam kitab al Jâmi’ as Shahih-nya. Tetapi kami Syi’ah tidak akan melakukan kecurangan seperti itu dengan membodohi kaum awam!

[2] Baca Fathu al Bâri,8/76-78.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda