artikel, skripsi dan tesis islam

artikel, skripsi dan tesis islam pilihan untuk pencerahan pemikiran keislaman

Rabu, 21 Januari 2009

Mengungkap Kecurangan Saudara el-Askari

Mengungkap Kecurangan Saudara el-Askari
Ditulis pada April 2, 2008 oleh Ibnu Jakfari

Seperti telah saya janjikan bahwa saya akan menanggapi secara terpisah komentar saudara el-Askari pada:

http://jakfari.wordpress.com/2008/03/19/menjawab-sidogiri-

Kini tanggapan itu saya hadirkan di sini.

Dalam komentarnya, sudara el Askari melakukan kecurangan demi memojokkan Sayyid Imam al Khû’i (Rahmatullah ‘Alaih) dengan memenggal dan tidak menyebut dengan lengkap komentar beliau.

el Askari menukil demikian:

ان القول بنسخ التلاوة هو بعينه القول بالتحريف والإسقاط

Di kesempatan lain ia juga berkata:

ان القول بالتحريف هو مذهب أكثر علماء أهل السنة لأنهم يقولون بجواز نسخ التلاوة.

(Lihat al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an li al-Khu’i hlm. 205)

Dengan tulisan di atas, ia hendak menuduh Sayyid al Imam al Khu’i berbuat curang karena menuduh kebanyakan ulama Ahlusunnah meyakini tahrîf. Dan demikian yang tampak dari kemnetar di atas yang ia kutp itu.

Akan tetapi, pada kenyataannya tidak demikian, al Khu’i tidak menuduh kebanyakan Ahlusunnah meyakini tahrîf…. Tetapi kecuarangan saudara al-Askari membuat pernyataan beliau berkesan demikian.

Andai ia jujur pastilah ia akan menyebutkan lengkap keterangan beliau yang menjabarkan apa yang beliau katakana itu.

Maka demi amanat ilmiah, kami akan sebutkan pernyataan Sayyid al Imam al Khu’i (RH) dengan lengkap:

وغير خفي أن القول بنسخ التلاوة بعينه القول بالتحريف والاسقاط . وبيان ذلك : أن نسخ التلاوة هذا إما أن يكون قد وقع من رسول الله - ص - وإما أن يكون ممن تصدى للزعامة من بعده ، فإن أراد القائلون بالنسخ وقوعه من رسول الله - ص - فهو أمر يحتاج إلى الاثبات .

وقد اتفق العلماء أجمع على عدم جواز نسخ الكتاب بخبر الواحد ، وقد صرح بذلك جماعة في كتب الاصول وغيرها ( 1 ) بل قطع الشافعي وأكثر أصحباه ، وأكثر أهل الظاهر بامتناع نسخ الكتاب بالسنة المتواترة ، وإليه ذهب أحمد بن حنبل في إحدى الروايتين عنه ، بل إن جماعة ممن قال بإمكان نسخ الكتاب بالسنة المتواترة منع وقوعه ( 2 ) وعلى ذلك فكيف تصح نسبة النسخ إلى النبي - ص - بأخبار هؤلاء الرواة ؟ مع أن نسبة النسخ إلى النبي - ص - تنافي جملة من الروايات التي تضمنت أن الاسقاط قد وقع بعده . وإن أرادوا أن النسخ قد وقع من الذين تصدوا للزعامة بعد النبي - ص - فهو عين القول بالتحريف . وعلى ذلك فيمكن أن يدعى أن القول بالتحريف هو مذهب أكثر علماء أهل السنة ، لانهم يقولون بجواز نسخ التلاوة . سواء أنسخ الحكم أم لم ينسخ ، بل تردد الاصوليون منهم في جواز تلاوة الجنب ما نسخت تلاوته ، وفي جواز أن يمسه المحدث . واختار بعضهم عدم الجواز . نعم ذهبت طائفة من المعتزلة إلى عدم جواز نسخ التلاوة ( 3 (.

__________

( 1 ) الموافقات لابي اسحاق الشاطبي ج 3 ص 106 طبعة المطبعة الرحمانية بمصر .

( 2 ) الاحكام في اصول الاحكام للامدي ج 3 ص 217 .

( 3 ) نفس المصدر ج 3 ص 201 - 203 .





Kecurangan itu sangat bermasalah ketika terkait dengan penukil kedua, di mana saudara el-Askari tidak menyertakan kata kunci dalam kalimat tersebut: وعلى ذلك فيمكن أن يدعى yang terjemahnya: Maka atas dasar itu dapat diklaim bahwa keyakinan adanya tahrîf adalah mazhab mayoritas ulama Ahlusunnah.

Selain itu pada awal pembahasan, Sayyid al Khu’i telah menegaskan bahwa lâzim /konsekuen pendapat adanya naskh tilâwah adalah tahrîf Al Qur’an…. Dan tidak samara bagi para ulama bahwa lâzim sebuah pendapat bukan pendapat itu sendiri….. dan jika saudara el-Askari seorang santri pasti mengerti ini.

Kecurangan ini sangat mencoreng nilai ilmiah sebuah tulisan…. Dan saya khawatir saudara kita ini telah terjangkit “Virus Penyakit” yang sering disebarkan kaum Wahhabi…. Sebab sebelum ini, kecuarangan yang persis dengan yang sadara al-Askari lakukan telah dilakukan seorang Syeikh Wahhabi.

Jadi, kami harap saudara el-Askari mampu memberikan jawaban terhadap kritik Imam al Khu’i di atas untuk mempertahan konsep naskh tilawah yang ia yakini.

Semoga kita semua diberi taufiq untuk melakukan yang meridhakan Allah dan Rasul-Nya. Amin.

Sekian tanggapan kami. Dan di bawah ini kami sertakan alamat yang dapat dirujuk untuk membaca langsung kitab tafsir al Bayân karya Ayatullah al Udzma Sayyid Abu al Qâsim al Khu’i.

http://www.shiaweb.org/quran/bayan/pa44.html

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

Link ke posting ini:

Buat sebuah Link

<< Beranda